
Ini adalah contoh poster film yang menipu konsumen, dan gua adalah contoh konsumen yang kurang teliti menilik sebuah film sebelum menontonnya.
Jadi ceritanya hari Senin kemarin gua terjebak dalam gedung bioskop yang sedang memutar film bergenre horor-mirip-sinetron-Indosiar-padahal-awalnya-gua-kira-komedi. Atau dengan kata lain, gua rugi 10.000 hepeng gara-gara ga baca dulu resensi film ini sebelum nonton, atau at least liat dulu siapa SUTRADARANYA.
Tau film Genderuwo yang fenomenal itu kan? Itu tuh film yang oleh penulis dalam situs ini diberi rating 5000 kolor + nanah. Nah, ternyata film Skandal Cinta Babi Ngepet ini disutradarai oleh orang yang sama.
Selain desain posternya yang cenderung "sok-komedi", satu hal yang bikin gua tertipu adalah kehadiran Olga Syahputra dan Chika sebagai figuran di film ini. Gua pikir nih film lucu ancur gara-gara si Olga jadi babi, atau babinya jadi Olga, atau gimana lah. Eh ga taunya... 
Resmi lah gua nobatkan film ini sebagai film terancur tahun ini. 
Film ini sarat akan "unsur pemaksaan". Maksud gua sutradaranya terlalu maksain film ini agar berdurasi lama (90-120 menit) dengan memasukkan adegan-adegan yang tidak penting. Menurut gua, untuk menceritakan seorang gadis kota yang jatuh cinta pada pemuda desa dan akhirnya kawin lari dan terjerat dalam kemiskinan, tidak diperlukan adegan-adegan seperti gadis itu dan teman-temannya distrap di lapangan atau Olga yang mencubit pantat Bu Guru. Ach, buang-buang waktu aja.. mending kalo lucu. 
Gua ga puas mencela film ini sampai situ saja. Selain alurnya yang super buruk, bertele-tele, dan mudah ditebak, film ini dilengkapi dengan efek yang super buruk pula alias kampring. Adegan manusia berubah jadi babi atau babi berubah jadi manusia-nya dibantu oleh efek berupa keluarnya asap dari kiri dan kanan. Yo oloh tolong, sinetron Indosiar aja udah pake efek animasi (walaupun sama-sama kampring, hahaha...). 
Saking buruknya film ini, setengah dari jumlah penonton meninggalkan bioskop saat film ini masih diputar. Gua ga termasuk orang-orang itu, gua tetap di tempat duduk, karena pengen tau ending dari film kampring ini, hohoho...
* * *
Tapi hari ini ga terlalu buruk. Abis nonton film terkampring sepanjang masa ini, gua dan si pacar makan di Iga Bakar Si Jangkung alias Iga Bakar Cipaganti. Rasanya enak banget.. kalo kata Pak Bondan sih 'maknyusss...'. Keknya tiap kali dikecewakan oleh film-fim kampring saat nonton di Ciwalk, gua bakal selalu mengobati kekecewaan gua dengan makan di sini (apalagi kalo ditraktir, kyaaa... kyaaa...)
Supaya kalian ngiri, nih gua kasih fotonya..

Ngiler kan? hehehehe...Labels: kuliner, resensi film